Jumat, 25 Desember 2020

BIOGRAFI MY FATHER


MY FATHER

Ayah Adalah Cinta Pertama Anak Perempuannya

Yang Takkan Menghianati Anaknya Apalagi Menyakiti Anak Perempuannya

            Sesosok laki-laki tangguh yang sudah paruh baya kini dengan ikhlas melaksanakan tugas kewajibannya yaitu mencari nafkah lahir dan batin. Dengan menggerakan seluruh tenaganya tanpa mengharapkana belas kasih kepada anak-anaknya. Yang hampir setiap hari membanting tulang tidak mengenal waktu siang dan malam ayah tidak pernah mengeluh untuk mendapatkan sesuap nasi demi keluarganya. Ayah juga setia mengajarkan ku tentang arti kebaikan, serta menjelaskan ku tentang makna kehidupan dan sulitnya kehidupan dan serta mendidik ku untuk menjadi orang yang lebih baik tentunya dengan rasa penuh cinta dan kasih sayang. Ayah dan Mama adalah sosok kebangaan ku didalam keluarga aku sangat menyayangi Ayah dan Mama serta ingin membahagiakannya.

            Dia adalah Ayah ku, ayah yang menjadi kebanggaan ku. Laki-laki yang sangat luar biasa yang hampir setiap harinya rela membanting tulang sendiri hingga rela mati-matian sampat disengat matahari pun ayah tidak menghiraukannya bahkan diguyur hujan sekalipun ayah tidak pantang menyerah ayah laukan hanya semata-mata demi keluarganya yang sangat disayanginya hingga tidak ada batasan pun ayah lakukan dengan ikhlas lillahi ta’ala. Ayah adalah salah satu pahlawan tanpa mengenal lelah demi menafkahi keluarganya dari teriknya matahari bahkan hujan rebut menguyur bumi seklaipun.

            Aku berfikir tidak aka nada orang pemberani dan penyayang dan gagah selain ayah, dan tidak ada juga orang yang lemah lembut dan perhatian selain mama. Aku belajar dari ayah bagaimna menjadi sosok perempuan yang tangguh dan mempunyai hidup yang tekat dengan impian yang dapat membanggakan kedua orang tua dan juga sekaligus mambahagiakannya dengan cara yang ingin menaikan kedua orang tua yaitu haji menuju ketanah suci. Aamiin!.

            Ayah ku bernama karmawan, tempat tanggal lahir di karimunting, 1 Juni 1974 ayah ku juga biasa disapa dengan nama Mawan. Ayah ku hanya bekerja sebagai supir oplet yang sehari hanya dapat penghasila tergantung dari banyaknya penumpang biasa jika penum[ang sepi ayah hanya mendapatkan penhasilan yang tidak seberapa belum lagi untuk membeli bensinnya, tetapi ayah tidak menyerah dengan apa yang dilakukannya. Ayah pernah bercerita sejak kecil sepulang sekolah ayah bekerja menjual es lilin demi membantu keluarga karena kakek hanya bekerja sebagai nelayan. Ayah menjelaskan bagaimana sulitnya mencari uang dikala orang tua susah maka dari itu ayah mengajarkan ku artinya bersyukur karena aku bisa menginjakkan kaki keperguruan tinggi aku bersyukur sekali dengan itu aku tidak akan mengecewakan mereka. Terimak kasih Ya Allah!.

            Saat SD ayah pergi kesekolah pun dengan berjlan kaki dengan tempuh jarak lumayan jauh dengan tekat dan semangat ayah sama sekali tidak mengenal lelah. Tetapi ayah ku hanya melaksanakan pendidikannya sampai SD saja karena ya factor ekonomi yang sangat tidak mendukung ayah ku bukan lah seorang pegawai dengan gaji yang besar tetapi ayah adalah sosok pahlawan tanpa lelah dengan kesederhanaanya bisa memberikan banyak pengalaman berupa ati kehidupan sederhana bukan kemewahan. Ayah ku kini berumur 46 tahun tetapi tidak ada rasa lelah dari raut wajahnya yang kami lihat malah dibalik itu yang tampak adalah keceriaan dan kebahagiaan. Ada rasa terharu dan bahagia betapa beruntungnya diriku memiliki sosok ayah dan sosok mama yang sangat aku banggakan.

            Rasa kasihan melihat ayah pergi pagi pulang biasanya siang ataupun sore pasti ada tetapi  kami yang ada dirumah menyambutnya dengan rasa kebahagiaan dengan selamat ayah pulang kami pun sudah sangat bersyukur. Waktu siang hari ayah pulang dari bekerja sebagi supir oplet selesai shalat ayah langsung tidur dapat terlihat wajahblelahnya tetapi setelah bangun tidak ada wajah lelahnya lagi yang terlihat hanya wajah keceriaannya karena sudah tertutupi oleh itu. Kami tiga beradik itu semua masih menjadi tanggung jawab ayah dan aku sendiri anak pertama be,um menikah masih melanjutkan keperguruan tinggi untuk mencapai cita-cita ku yaitu ingin membawa ayah dan mama menuju ketanah suci. Aku berharap lulus dengan cepat dengan nilai yang terbaik dengan doa ayah dan mamam insyaallah aku bisa menyelesaikannya dengan nilai yang terbaik dan juga ridhonya Allah swt.

            Satu hal yang aku salut juga dari ayah ku walaupun hidup susah tetapi ayah tidak menampakkanya dimata tetangga dengan cara meminjam uang kepada tetangga didekat rumah. Ayah juga pernah berkata walaupun hidup susah jangan meminjam uang kepada tetangga kecuali yang yang sangat-sangat mendesak itu pun kalau sudah terlalu sangat mendesak sekali. Ayah merupakan orang yang tidak menyakiti anaknya jika ingin memarahi anaknya tidak pernah menggunakan  kekerasan hanya menggunakan ucapan saja atau kultum istilahnya. Aku sangat mencintai dan menyayangi sosok laki-laki yang selalu ada dan tidak pernah kasar kepadaku maka itu adalah Ayah Ku Sebagai Tiang Untuk Aku Selalu Berdiri Menghadapi Dunia.

            Hari yang selalu berlalu waktu yang terus berjalan umur ayah juga terus bertambah tetapi semangat dan kegagahan ayah juga tidak pernag berkurang, rambut yang sedikit-sedikit memutih tetapi itu tidak mengurangi ketampanan ayah dan kulit juga yang sudah mulai keriput tetapi tidak menjadi penghalang untuk ayah tampil yang terbaik dimata keluarga. ayah kebanggan ku serta mama juga kebanggaan ku mereka berdua sosok orang yang tidak tertandingi oleh apapun.

            Demi membiayai aku kuliah dan adik-adikku lainnya ayah bekerja lebih giat dan menjual apapun yang bisa dijual seperti berjualan keripik pisang Alhamdulillah banyak juga pembelinya ayah selalu bersyukur apa yang dilakukannya dan yang didapatinya. Ayah juga selalu berkeliling singkawang mencri penumpang bahkan tidak ada sama sekali apalagi musim pandemic tetapi ayah selalu percaya bahwa rezeki selalu yang maha kuasa mengaturnya dengan cara yang sulit atau pun bahkan yang mudah selai pun. Aku bangga punya ayah yang selalu bersyukur. Pada suatu ketika aku ingin berjualan bubur ayah bilang belajar saja yang benar sayang masalah uang dan biaya kuliah mu insyaallah ayah bisa. Maka dari itu aku inggin mendapati KIP-Kuliah di IAIN Pontianak untuk meringankan beban oarng tua terutama ayah yang setiap hari mencari nafkah membanting tulang dari muali pagi hari sampai siang hari. Dengan bekerja setiap hari ayah tidak lupa dengan kami ayah menyempatkan bermain bersama kami yaitu bermain tentara mengguanakan kelereng walaupun aku kini sudah berkuliah tetapi aku tidak memandang itu karena ikatan ayah bersama anaknya tidak ada hentinya bahkan seujung kuku sekalipun.

            Berlari mengejar impian demi membahagiakan ayah dan mama dan keluarga lainnya dan juga ingin membuat orang tua bahagia dan bangga dengan hasil yang aku raih sekarang. Aku tau Ayah_Mama aku akan sukses nanti berkat doa kalian dan kerja keras kalian terima kasih udah melahirkan ku serta menjaga, mendidik, dan melindungi ku, dengan ridho allah aku akan membahagiakan kalian nantinya. Aamiin!!!

BIOGRAFI MY FATHER

MY FATHER Ayah Adalah Cinta Pertama Anak Perempuannya Yang Takkan Menghianati Anaknya Apalagi Menyakiti Anak Perempuannya           ...