MY FATHER
Ayah Adalah Cinta Pertama Anak Perempuannya
Yang Takkan Menghianati Anaknya Apalagi Menyakiti Anak Perempuannya
Sesosok
laki-laki tangguh yang sudah paruh baya kini dengan ikhlas melaksanakan tugas
kewajibannya yaitu mencari nafkah lahir dan batin. Dengan menggerakan seluruh
tenaganya tanpa mengharapkana belas kasih kepada anak-anaknya. Yang hampir
setiap hari membanting tulang tidak mengenal waktu siang dan malam ayah tidak
pernah mengeluh untuk mendapatkan sesuap nasi demi keluarganya. Ayah juga setia
mengajarkan ku tentang arti kebaikan, serta menjelaskan ku tentang makna
kehidupan dan sulitnya kehidupan dan serta mendidik ku untuk menjadi orang yang
lebih baik tentunya dengan rasa penuh cinta dan kasih sayang. Ayah dan Mama
adalah sosok kebangaan ku didalam keluarga aku sangat menyayangi Ayah dan Mama
serta ingin membahagiakannya.
Dia
adalah Ayah ku, ayah yang menjadi kebanggaan ku. Laki-laki yang sangat luar
biasa yang hampir setiap harinya rela membanting tulang sendiri hingga rela
mati-matian sampat disengat matahari pun ayah tidak menghiraukannya bahkan
diguyur hujan sekalipun ayah tidak pantang menyerah ayah laukan hanya
semata-mata demi keluarganya yang sangat disayanginya hingga tidak ada batasan
pun ayah lakukan dengan ikhlas lillahi ta’ala. Ayah adalah salah satu pahlawan
tanpa mengenal lelah demi menafkahi keluarganya dari teriknya matahari bahkan
hujan rebut menguyur bumi seklaipun.
Aku
berfikir tidak aka nada orang pemberani dan penyayang dan gagah selain ayah,
dan tidak ada juga orang yang lemah lembut dan perhatian selain mama. Aku
belajar dari ayah bagaimna menjadi sosok perempuan yang tangguh dan mempunyai
hidup yang tekat dengan impian yang dapat membanggakan kedua orang tua dan juga
sekaligus mambahagiakannya dengan cara yang ingin menaikan kedua orang tua
yaitu haji menuju ketanah suci. Aamiin!.
Ayah
ku bernama karmawan, tempat tanggal lahir di karimunting, 1 Juni 1974 ayah ku
juga biasa disapa dengan nama Mawan. Ayah ku hanya bekerja sebagai supir oplet
yang sehari hanya dapat penghasila tergantung dari banyaknya penumpang biasa jika
penum[ang sepi ayah hanya mendapatkan penhasilan yang tidak seberapa belum lagi
untuk membeli bensinnya, tetapi ayah tidak menyerah dengan apa yang
dilakukannya. Ayah pernah bercerita sejak kecil sepulang sekolah ayah bekerja
menjual es lilin demi membantu keluarga karena kakek hanya bekerja sebagai
nelayan. Ayah menjelaskan bagaimana sulitnya mencari uang dikala orang tua
susah maka dari itu ayah mengajarkan ku artinya bersyukur karena aku bisa
menginjakkan kaki keperguruan tinggi aku bersyukur sekali dengan itu aku tidak
akan mengecewakan mereka. Terimak kasih Ya Allah!.
Saat
SD ayah pergi kesekolah pun dengan berjlan kaki dengan tempuh jarak lumayan
jauh dengan tekat dan semangat ayah sama sekali tidak mengenal lelah. Tetapi
ayah ku hanya melaksanakan pendidikannya sampai SD saja karena ya factor
ekonomi yang sangat tidak mendukung ayah ku bukan lah seorang pegawai dengan
gaji yang besar tetapi ayah adalah sosok pahlawan tanpa lelah dengan
kesederhanaanya bisa memberikan banyak pengalaman berupa ati kehidupan
sederhana bukan kemewahan. Ayah ku kini berumur 46 tahun tetapi tidak ada rasa
lelah dari raut wajahnya yang kami lihat malah dibalik itu yang tampak adalah
keceriaan dan kebahagiaan. Ada rasa terharu dan bahagia betapa beruntungnya
diriku memiliki sosok ayah dan sosok mama yang sangat aku banggakan.
Rasa
kasihan melihat ayah pergi pagi pulang biasanya siang ataupun sore pasti ada
tetapi kami yang ada dirumah
menyambutnya dengan rasa kebahagiaan dengan selamat ayah pulang kami pun sudah
sangat bersyukur. Waktu siang hari ayah pulang dari bekerja sebagi supir oplet
selesai shalat ayah langsung tidur dapat terlihat wajahblelahnya tetapi setelah
bangun tidak ada wajah lelahnya lagi yang terlihat hanya wajah keceriaannya
karena sudah tertutupi oleh itu. Kami tiga beradik itu semua masih menjadi
tanggung jawab ayah dan aku sendiri anak pertama be,um menikah masih
melanjutkan keperguruan tinggi untuk mencapai cita-cita ku yaitu ingin membawa
ayah dan mama menuju ketanah suci. Aku berharap lulus dengan cepat dengan nilai
yang terbaik dengan doa ayah dan mamam insyaallah aku bisa menyelesaikannya
dengan nilai yang terbaik dan juga ridhonya Allah swt.
Satu
hal yang aku salut juga dari ayah ku walaupun hidup susah tetapi ayah tidak
menampakkanya dimata tetangga dengan cara meminjam uang kepada tetangga didekat
rumah. Ayah juga pernah berkata walaupun hidup susah jangan meminjam uang
kepada tetangga kecuali yang yang sangat-sangat mendesak itu pun kalau sudah
terlalu sangat mendesak sekali. Ayah merupakan orang yang tidak menyakiti
anaknya jika ingin memarahi anaknya tidak pernah menggunakan kekerasan hanya menggunakan ucapan saja atau
kultum istilahnya. Aku sangat mencintai dan menyayangi sosok laki-laki yang
selalu ada dan tidak pernah kasar kepadaku maka itu adalah Ayah Ku Sebagai
Tiang Untuk Aku Selalu Berdiri Menghadapi Dunia.
Hari
yang selalu berlalu waktu yang terus berjalan umur ayah juga terus bertambah
tetapi semangat dan kegagahan ayah juga tidak pernag berkurang, rambut yang
sedikit-sedikit memutih tetapi itu tidak mengurangi ketampanan ayah dan kulit
juga yang sudah mulai keriput tetapi tidak menjadi penghalang untuk ayah tampil
yang terbaik dimata keluarga. ayah kebanggan ku serta mama juga kebanggaan ku
mereka berdua sosok orang yang tidak tertandingi oleh apapun.
Demi
membiayai aku kuliah dan adik-adikku lainnya ayah bekerja lebih giat dan
menjual apapun yang bisa dijual seperti berjualan keripik pisang Alhamdulillah banyak
juga pembelinya ayah selalu bersyukur apa yang dilakukannya dan yang
didapatinya. Ayah juga selalu berkeliling singkawang mencri penumpang bahkan
tidak ada sama sekali apalagi musim pandemic tetapi ayah selalu percaya bahwa
rezeki selalu yang maha kuasa mengaturnya dengan cara yang sulit atau pun
bahkan yang mudah selai pun. Aku bangga punya ayah yang selalu bersyukur. Pada suatu
ketika aku ingin berjualan bubur ayah bilang belajar saja yang benar sayang
masalah uang dan biaya kuliah mu insyaallah ayah bisa. Maka dari itu aku inggin
mendapati KIP-Kuliah di IAIN Pontianak untuk meringankan beban oarng tua
terutama ayah yang setiap hari mencari nafkah membanting tulang dari muali pagi
hari sampai siang hari. Dengan bekerja setiap hari ayah tidak lupa dengan kami
ayah menyempatkan bermain bersama kami yaitu bermain tentara mengguanakan
kelereng walaupun aku kini sudah berkuliah tetapi aku tidak memandang itu
karena ikatan ayah bersama anaknya tidak ada hentinya bahkan seujung kuku
sekalipun.
Berlari mengejar impian demi membahagiakan ayah dan mama dan keluarga lainnya dan juga ingin membuat orang tua bahagia dan bangga dengan hasil yang aku raih sekarang. Aku tau Ayah_Mama aku akan sukses nanti berkat doa kalian dan kerja keras kalian terima kasih udah melahirkan ku serta menjaga, mendidik, dan melindungi ku, dengan ridho allah aku akan membahagiakan kalian nantinya. Aamiin!!!